<?xml version='1.0' encoding='UTF-8'?><?xml-stylesheet href="http://www.blogger.com/styles/atom.css" type="text/css"?><feed xmlns='http://www.w3.org/2005/Atom' xmlns:openSearch='http://a9.com/-/spec/opensearchrss/1.0/' xmlns:georss='http://www.georss.org/georss' xmlns:gd='http://schemas.google.com/g/2005' xmlns:thr='http://purl.org/syndication/thread/1.0'><id>tag:blogger.com,1999:blog-6349192246157766650</id><updated>2012-02-16T11:20:39.676-08:00</updated><category term='musim panas'/><title type='text'>Our children</title><subtitle type='html'></subtitle><link rel='http://schemas.google.com/g/2005#feed' type='application/atom+xml' href='http://childsolution.blogspot.com/feeds/posts/default'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/6349192246157766650/posts/default?max-results=100'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://childsolution.blogspot.com/'/><link rel='hub' href='http://pubsubhubbub.appspot.com/'/><author><name>bu emi</name><uri>http://www.blogger.com/profile/11517105036708651841</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><generator version='7.00' uri='http://www.blogger.com'>Blogger</generator><openSearch:totalResults>5</openSearch:totalResults><openSearch:startIndex>1</openSearch:startIndex><openSearch:itemsPerPage>100</openSearch:itemsPerPage><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-6349192246157766650.post-2780961333313602335</id><published>2009-10-01T22:52:00.000-07:00</published><updated>2009-10-04T07:51:21.842-07:00</updated><title type='text'></title><content type='html'>&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://1.bp.blogspot.com/_QdEYcyQ2_jA/Ssi2N2VXnwI/AAAAAAAAAA0/2h5tRd2rVj8/s1600-h/bapak+marah.jpg"&gt;&lt;img style="margin: 0pt 0pt 10px 10px; float: right; cursor: pointer; width: 320px; height: 315px;" src="http://1.bp.blogspot.com/_QdEYcyQ2_jA/Ssi2N2VXnwI/AAAAAAAAAA0/2h5tRd2rVj8/s320/bapak+marah.jpg" alt="" id="BLOGGER_PHOTO_ID_5388757303188496130" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;div style="text-align: center; font-weight: bold;"&gt;&lt;span style="font-size:130%;"&gt;MACAM-MACAM BENTUK POLA PENDIDIKAN ANAK&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: left;"&gt;   Berdasarkan hasil pengamatan dalam kehidupan sehari- hari dibedakan menjadi 4 bentuk&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;1. Pendekatan dengan sikap menang sendiri&lt;br /&gt;    -orangtua maunya menang sendiri&lt;br /&gt;    -orangtua suka marah suka memerintah                                                &lt;img src="file:///C:/DOCUME%7E1/Heaven.Net/LOCALS%7E1/Temp/moz-screenshot.jpg" alt="" /&gt;&lt;br /&gt;    -membuat anak takut tidak berani&lt;br /&gt;   Akibatnya anak menjadi ;&lt;br /&gt;       -penakut tidak berani&lt;br /&gt;       -tidak punya inisiatif&lt;br /&gt;       -tidak kreatif&lt;br /&gt;       -masa bodoh atau acuh&lt;br /&gt;       -rendah diri atau minder&lt;br /&gt;       -menutup keterbukaan&lt;br /&gt;       -patuh semu&lt;br /&gt;2. Pendekatan dengan sikap mengalah atau memanjakan&lt;br /&gt;    -orangtua selalu menuruti permintaan anak&lt;br /&gt;    -orangtua melindungi secara berlebihan&lt;br /&gt;    -secara tidak sadar orang tua menghambat kedewasaan anak(rasa tanggungjawab)&lt;br /&gt;   Akibatnya anak menjadi;&lt;br /&gt;          -liar ( tidak kenal aturan )&lt;br /&gt;          -selalu mengharapkan bantuan atau pertolongan orang lain&lt;br /&gt;          -tidak menghargai orangtua atau orang lain&lt;br /&gt;          -tidak punya inisiatif&lt;br /&gt;          -tidak kreatif&lt;br /&gt;          -dapat menimbulkan pertentangan&lt;br /&gt;3.Pendekatan dengan sikap menang kalah yang tidak menentu&lt;br /&gt;   -orangtua mudah marah tapi mudah memberikan kasih sayang&lt;br /&gt;   -sikap orangtua tidak menentu ( kadang keras kadang lemah )&lt;br /&gt;   -sikap antara ibu dan ayah sering bertentangan&lt;br /&gt;  Akibatnya anak menjadi ;&lt;br /&gt;         -  jiwanya akan terombang ambing&lt;br /&gt;         - anak menjadi gelisah dan bingung&lt;br /&gt;         - tidak mengetahui mana benar mana salah&lt;br /&gt;         - membahayakan perkembangan jiwa anak, tidak punya pendirian tegas.&lt;br /&gt;4.Pendekatan dengan sikap tidak menang tidak kalah&lt;br /&gt;   - tidak mengecilkan anak selalu menghargai&lt;br /&gt;   - membiasakan meminta maaf bagi siapa saja yang salah&lt;br /&gt;   - menegur atau memperingatkan dengan sopan bila anak salah [ menyimpang dari aturan ]&lt;br /&gt; Akibatnya anak menjadi ;&lt;br /&gt;     - anak akan tumbuh dan berkembang secara wajar( merasa bebas tapi tetap disertai tanggu-&lt;br /&gt;           ng jawab )&lt;br /&gt;     -saling menghormati dan menghargai kepada oranglain&lt;br /&gt;     - bebas berinisiatif (banyak prakarsa )&lt;br /&gt;     - kreatif banyak akal&lt;br /&gt;     - mengakui harkat dan martabat orang lain.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt; &lt;span style="color: rgb(0, 0, 153);"&gt;ORANGTUA YANG BAGAIMANA SEHARUSNYA SAYA?&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt; Sebagai orangtua ,bapak dan ibu harus selalu sepakat dan sefaham dalam segala langkah dan tingkah laku, serta kebijakannya jangan seperti istilah :satu kapal bernahkoda dua, rujak sentul&lt;br /&gt;( siji ngalor siji ngidul [satu ke utara satu ke selatan] ), bapak bicara ibu melawan dan menentangnya.&lt;br /&gt; Sebagai orangtua yang perlu dilakukan adalah: memberi contoh dan keteledanan sikap yang baik, menanamkan sikap: yang jujur, cermat,rajin, tangguh,disiplin dan mandiri,membiasakan anak bersopan santun terhadap siapapun,menuntun anak bersikap terbuka, cakap bergaul,tidak minder,menanamkan sikap perilaku hidup berdasarkan agama,suka menolong dan menghormati orangtua.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt; &lt;span style="font-style: italic; color: rgb(0, 0, 102);"&gt;CERITA INSPIRASI&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt; &lt;span style="font-weight: bold;"&gt;PEMENANG LOMBA TERIAK&lt;/span&gt;&lt;br /&gt; Suatu ketika di sebuah sekolah,diadakan lomba pementasan drama.Sebagai peserta adalah semua siswa-siswi disana.Setiap anak mendapat peran dan mamakai kostum seperti yang diperankannya.Semuanya begitu serius,semua berharap bisa tampil menjadi yang terbaik dalam pementasan, karena Bu Guru akan memberikan hadiah.Sementara di depan panggung, semua orangtua murid ikut menyemarakkan acara itu.&lt;br /&gt; Lakon drama berjalan dengan sempurna. Semua anak tampil dengan maksimal. Ada yang berperan sebagai nelayan dengan jala yang disampirkan di bahu, ada yang berperan sebagai petani,lengkap dengan cangkul dan topinya. Di sisi sebelah kanan, tampak seorang anak dengan raut muka yang ketus,sebab memerankan "pak tua yang pemarah",sementara di sisi lain terlihat anak dengan wajah sedih,layaknya pemurung yang selalu menangis.Penonton yang terdiri dari orangtua dan guru kerap bertepuk tangan menyaksikan kelucuan anak-anak yang tampil.&lt;br /&gt;Tibalah kini akhir dari pementasan drama.Dan itu berarti sudah saatnya Bu Guru mengumumkan siapa yang berhak mendapat hadiah. Setiap anak beardebar-debar dalam hati, berharap terpilih menjadi pemain drama yang terbaik."Semoga saja Bu Guru menyebut nama saya". Doa mereka dalam hati.Demikian halnya para orangtua, mereka ikut berdoa, membayangkan anak mereka menjadi yang terbaik, naik ke atas panggung dan mendapat hadiah.&lt;br /&gt; Bu Guru telah menaiki panggung, iapun menyebutkan sebuah nama. Ahhaa... teranyata, anak yang berperan sebagai pak tua yang pamarahlah yang menjadi juara. Dengan wajah berbinar, sang anak bersorak gembira." Aku menang.....", begitu ucapnya.&lt;br /&gt;I apun bergegas menuju panggung, diiringi kedua orangtuanya yang tampak bangga. Tepuk tangan terdengar lagi. Sang orangtua menatap sekeliling,menatap seluruh hadirin.Mereka bangga.&lt;br /&gt; Bu Guru menyambut mereka, mengucapkan selamat.Sebelum menyerahkan hadiah ia sedikit beartanya kepada sang "pemenang","Nak, kamu memang hebat, kamu pantas mendapatkannya. Peranmu sebagai pak tua yang pemarah bagus sekali.Apa ya rahasianya?,kamu pasti rajin berlatih sehingga jadi juara,"tanya Bu Guru,"Coba kamu ceritakan apa yang bisa membuat kamu seperti ini..."&lt;br /&gt; Sang anak menjawab,"Terimakasih atas hadiahnya Bu,dan sebenarnya saya harus berterima kasih kepada ayah, karena dari Ayahlah saya belajar berteriak dan menjadi pemarah.Dari Ayahlah saya meniru perilaku ini.Ayah sering berteriak kepada saya, maka bukan hal yang sulit untuk memerankan seorang pemerah seperti ayah." Tampak sang Ayah mulai tercenung.Si anak melanjutkan,"Ayah membesarkan saya dengan cara seperti ini,jadi peran ini adalah peran yang mudah bagi saya.&lt;br /&gt; Senyap. Selesai anak bicara keadaan bertambah senyap.Begitupun kedua orangtua anak diatas panggung, mereke tampak tertunduk.Jika sebelumnya mereka merasa bangga,kini keadaannya berubah.Seakan mereka berdiri sebagai terdakwa,dimuka pengadilan.Sang orangtua belajar sesuatu hari ini. Yah..ada yang perlu diluruskan dalam perilaku mereka dalam mendidik anak mereka.&lt;br /&gt;&lt;div style="text-align: center;"&gt;      -SELESAI-&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;   Sobat, setiap anak adalah duplikat dari orang di sekitarnya. Setiap anak adalah peniru,dan mereka belajar untuk menjadi seperti salah satu dari kita. Mereka akan belajar untuk menjadikan kita sebagai contoh,sebagai panutan dalam bertindak dan berperilaku. Mereka juga akan hadir sebagai sosok-sosok cermin bagi kita, tempat kita bisa berkaca pada semua hal yang kita lakukan. Mereka laksana air telaga yang merefleksikan bayangan kita saat kita menatap dalam hamparan perilaku yang mereka perbuat.&lt;br /&gt; Namun sayang,cermin itu meniru pada semua hal. Baik, buruk, terpuji, ataupun tercela, dimunculkan dengan sangat nyata bagi kita yang berkaca. Cermin itu juga menjadi bayangan apapun yang ada di depannya. Kita tentu tak bisa memecahkan cermin atau mengoyak ketenangan telaga itu, saat melihat gambaran yang buruk. Sebab bukankah itu sama artinya dengan menuding diri kita sendiri?&lt;br /&gt; Sobat, saya ingin berpesan kepada kita semua, &lt;span style="color: rgb(255, 0, 0);"&gt;"berteriaklah kepada anak-anak kita saat kita marah, maka kita akan membesarkan seorang pemarah. Bermuka ketuslah kepada mereka saat kita marah, maka kita akan membesarkan seorang pembenci, dan biarkanlah mulut dan tangan kita yang bekerja saat kita marah maka kita akan belajar menciptakan seorang yang penuh dengki...".&lt;/span&gt;&lt;br /&gt; Peran apakah yang sedang kita ajarkan kepada anak-anak kita saat ini? Contoh apakah yang sedang kita berikan kali ini? Dan panutan apakah yang sedang kita tampilkan? Sobat, percayalah, mereka akan selalu belajar dari kita, dari orang yang terdekatnya, dari orang yang mencintainya. Merekalah lingkaran terdekat kita, tempat mereka belajar, menerima kasih sayang, dan juga tempat mereka meniru dalam berperilaku.&lt;br /&gt; Saya selalu dan selalu berharap, belajar dan terus belajar meningkatkan diri saya, karakter saya sehingga bisa menjadi tauladan bagi anak-anak saya. Terkadang saya kecil hati, kadang geli. Seringkali saya merasa kecewa, merasa malu dan bersalah. Anak-anak benar-benar suatu tantangan yang membutuhkan tidak sedikit pengorbanan waktu, tenaga, pikiran semua tercurah untuk mereka agar mereka kelak jadi sosok yang menjadi impian kita, impian semua orangtua.&lt;br /&gt;Saya berharap, bisa menjadi orang yang sabar saat melihat salah seorang anak saya menumpahkan air di gelas yang mereka pegang. Saya berharap menjadi orang yang ikhlas, saat melihat mereka memecahkan piring makan mereka sendiri. Sebab bukankah mereka baru "belajar" memegang gelas dan piring itu selama 5 tahun, sedangkan kita telah mengenalnya sejak lebih 20 tahun? Tentu mereka akan butuh waktu untuk bisa seperti kita.&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/6349192246157766650-2780961333313602335?l=childsolution.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://childsolution.blogspot.com/feeds/2780961333313602335/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://childsolution.blogspot.com/2009/10/macam-macam-bentuk-pola-pendidikan-anak.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/6349192246157766650/posts/default/2780961333313602335'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/6349192246157766650/posts/default/2780961333313602335'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://childsolution.blogspot.com/2009/10/macam-macam-bentuk-pola-pendidikan-anak.html' title=''/><author><name>bu emi</name><uri>http://www.blogger.com/profile/11517105036708651841</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://1.bp.blogspot.com/_QdEYcyQ2_jA/Ssi2N2VXnwI/AAAAAAAAAA0/2h5tRd2rVj8/s72-c/bapak+marah.jpg' height='72' width='72'/><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-6349192246157766650.post-284698078370071281</id><published>2009-09-29T09:11:00.000-07:00</published><updated>2009-09-29T09:44:26.746-07:00</updated><title type='text'></title><content type='html'>&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://3.bp.blogspot.com/_QdEYcyQ2_jA/SsI5RWDhOkI/AAAAAAAAAAk/8ZdsDDbg7Ls/s1600-h/21.jpg"&gt;&lt;img style="margin: 0pt 0pt 10px 10px; float: right; cursor: pointer; width: 320px; height: 215px;" src="http://3.bp.blogspot.com/_QdEYcyQ2_jA/SsI5RWDhOkI/AAAAAAAAAAk/8ZdsDDbg7Ls/s320/21.jpg" alt="" id="BLOGGER_PHOTO_ID_5386931074429434434" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;div style="text-align: center; font-weight: bold; font-style: italic; color: rgb(0, 0, 153);"&gt;&lt;span style="font-size:130%;"&gt;MENJADI ORANG TUA YANG SUKSES&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;Orang tua yang sukses dan anak-anak mereka adalah pasangan-pasangan dalam hal tata tertib. Orang tua yang sukses mengetahui bahwa disiplin merupakan suatu proses pengajaran. Disiplin bukanlah sekedar hukuman. Orang tua yang sukses mengetahui bahwa tingkah laku dan emosi-emosi mereka mempengaruhi tingkah laku dan emosi-emosi anak-anak mereka. Orang tua yang sukses menjadi contoh tangggungjawab. Mereka memusatkan perhatian mereka dan energi mereka pada segi-segi positif tingkah laku anak-anak mereka. Orang tua yang sukses &lt;span style="color: rgb(255, 0, 0);"&gt;menekankan &lt;/span&gt;kerjasama bukan kendali. Orang tua yang sukses mengajarkan anak-anak mereka untuk berpikir sendiri, mengajarkan pengendalian diri kepada anak-anaknya. Orang tua yang sukses membina harga diri, mereka tahu bahwa harga diri yang sehat merupakan unsur utama yang dibutuhkan anak-anak untuk mengembangkan keyakinan diri dan daya tahan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Orang tua yang sukses belajar dari anak-anak mereka. Mereka menyusun pola-pola reaksi yang dapat mengurangi kenakalan. Mereka adalah orang tua yang konsisten. Mereka mengatakan apa yang mereka maksudkan dan memaksudkan apa yang mereka katakan. Mereka menindak lanjuti ucapan mereka, tetap tenang bila marah, menggunakan hukuman-hukuman yang mendidik, bukan untuk membalas dendam. Orang tua yang sukses menghubungkan kegiatan-kegiatan tertentu dengan tingkah laku yang baik.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Orang tua yang sukses mengantisipasi masalah, mereka punya suatu rancangan permainan. Mereka punya strategi-strategi proaktif untuk mengelola amarah, pembangkangan, pertengkaran, perbantahan, dan perebutan kekuasaan. Orang tua yang sukses mempunyai rencana-rencana yang mengajarkan nilai-nilai dari merampungkan pekerjaan rumah tangga, mendapatkan uang saku, dan membuat PR.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Orang tua yang sukses tidak membiarkan kenakalan mencegah mereka menikmati kelucuan anak-anak mereka, mereka keras tetapi positif. Mereka serius tentang pentingnya kelakuan yang semestinya. Tetapi bisa mempunyai rasa humor seperti anak kecil kapan saja diperlukan. Orang tua yang sukse tahu bagaimana menghargai anak-anak mereka bahkan bila mereka sering nakal, yang paling penting, orang tua yang sukses terbuka terhadap perubahan.&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/6349192246157766650-284698078370071281?l=childsolution.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://childsolution.blogspot.com/feeds/284698078370071281/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://childsolution.blogspot.com/2009/09/menjadi-orang-tua-yang-sukses-orang-tua.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/6349192246157766650/posts/default/284698078370071281'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/6349192246157766650/posts/default/284698078370071281'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://childsolution.blogspot.com/2009/09/menjadi-orang-tua-yang-sukses-orang-tua.html' title=''/><author><name>bu emi</name><uri>http://www.blogger.com/profile/11517105036708651841</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://3.bp.blogspot.com/_QdEYcyQ2_jA/SsI5RWDhOkI/AAAAAAAAAAk/8ZdsDDbg7Ls/s72-c/21.jpg' height='72' width='72'/><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-6349192246157766650.post-3201007027441987744</id><published>2009-09-29T08:02:00.000-07:00</published><updated>2009-09-29T08:56:01.020-07:00</updated><title type='text'></title><content type='html'>&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://2.bp.blogspot.com/_QdEYcyQ2_jA/SsIsenMrY3I/AAAAAAAAAAc/Np3bK7dFE2A/s1600-h/baby-9.jpg"&gt;&lt;img style="margin: 0pt 0pt 10px 10px; float: right; cursor: pointer; width: 214px; height: 320px;" src="http://2.bp.blogspot.com/_QdEYcyQ2_jA/SsIsenMrY3I/AAAAAAAAAAc/Np3bK7dFE2A/s320/baby-9.jpg" alt="" id="BLOGGER_PHOTO_ID_5386917008718390130" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;div style="text-align: center; color: rgb(0, 0, 0);"&gt;&lt;span style="font-size:130%;"&gt;&lt;span style="font-weight: bold;"&gt;APA TUJUAN ANDA PUNYA ANAK?&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: left;"&gt;       Ada banyak alasan mengapa orang ingin mempunyai anak. Tetapi anda harus berhati-hati dengan alasan yang salah dalam mempunyai anak.&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;span style="color: rgb(0, 0, 0);"&gt;       Alasan yang sangat salah dalam mempunyai anak adalah agar&lt;/span&gt;&lt;span style="color: rgb(255, 0, 0);"&gt; kelak&lt;/span&gt; mereka bisa membantu dan mengurus anda dan atau pasangan anda diusia senja. Mereka yang mempunyai anak karena alasan ini kemungkinan besar akan merasakan kekecewaan dan ketidakbahagiaan. Kecewa karena mereka kelak akan menemukan bahwa anak-anak mereka yang telah dewasa memiliki keluarganya sendiri, dan dengan demikian tidak bisa sungguh-sungguh merawat orang tua mereka. Bahkan sekalipun anak-anak mereka yang telah beranjak dewasa cukup berbakti dan memperhatikan mereka, perhatian ini sifatnya terbatas dan orang tua ini lebih sering dipandang sebagai barang yang &lt;span style="color: rgb(255, 0, 0);"&gt;"mengganggu tetapi tidak bisa ditolak"&lt;/span&gt;&lt;span style="color: rgb(0, 0, 0);"&gt;, dan karenanya menimbulkan ketidakbahagiaan.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;      Alasan salah lainnya adalah EGO baik itu untuk memamerkan &lt;span style="color: rgb(255, 0, 0);"&gt;"kejantanan sang ayah" &lt;span style="color: rgb(0, 0, 0);"&gt;ataupun menginginkan sang anak mencapai apa yang tidak bisa dicapai oleh mereka, misalnya menjadi sosok orang tertentu yang tidak bisa mereka lakukan, dan dengan demikian bisa dengan bangga memamerkannya, contohnya &lt;span style="color: rgb(255, 0, 0);"&gt;"Ini anakku, dia seorang DOKTER"&lt;/span&gt;&lt;span style="color: rgb(0, 0, 0);"&gt;, dan sebagainya.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-style: italic; font-weight: bold; color: rgb(0, 0, 153);"&gt;PASTIKAN TUJUAN ANDA BENAR&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;       Tujuan yang benar adalah bertindak sesuai dengan tanggungjawab ANDA, yaitu memastikan anak-anak anda tumbuh menjadi seorang dewasa yang bertanggungjawab, anak-anak yang sukses, anak-anak yang bahagia dan pandai menyesuaikan diri. Menjadikan mereka merasa nyaman dengan diri mereka sendiri, mereka menyayangi dan menghormati orang lain. menjadikan anak-anak yang berlaku sopan dan memiliki motivasi. Menjadi anak yang mandiri dan bisa berkontribusi untuk umat manusia dengan cara mereka sendiri.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;div style="text-align: center;"&gt;&lt;span style="color: rgb(255, 0, 0);"&gt;&lt;span style="color: rgb(0, 0, 0);"&gt;       &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style="color: rgb(0, 0, 153); font-weight: bold;"&gt;TUJUAN ASUHAN A&lt;/span&gt;&lt;span style="color: rgb(255, 0, 0);"&gt;&lt;span style="color: rgb(0, 0, 0);"&gt;&lt;span style="color: rgb(0, 0, 153); font-weight: bold;"&gt;TAU PENDIDIKAN ANAK DALAM KELUARGA&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="color: rgb(255, 0, 0);"&gt;&lt;span style="color: rgb(0, 0, 0);"&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;span style="color: rgb(255, 0, 0);"&gt;&lt;span style="color: rgb(0, 0, 0);"&gt;&lt;br /&gt;     Membentuk manusia dewasa dan berkualitas.&lt;br /&gt;     Dewasa adalah manusia yang sudah terbentuk atau jadi atau sudah mandiri, tidak menggantungkan diri kepada keberadaan atau pertolongan orang lain.&lt;br /&gt;Dewasa jasmani : tubuhnya mampu atau kuat melakukan tugas-tugas orang dewasa.&lt;br /&gt;Dewasa rohani   : bertanggungjawab atas segala perbuatan dan tingkah lakunya.&lt;br /&gt;Dewasa sosial     : cakap bergaul dengan masyarakat.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;     Jadi manusia dewasa yang berkualitas adalah ;&lt;br /&gt;-Beriman terhadap TUHAN YANG MAHA ESA&lt;br /&gt;-Sehat jasmani dan rohani&lt;br /&gt;-Berakhlak baik/berbudi pekerti yang luhur/berkarakter yang baik&lt;br /&gt;-Berdisiplin&lt;br /&gt;-Mandiri dan memiliki kesetiakawanan yang baik&lt;br /&gt;-Berpendidikan&lt;br /&gt;-Segar, tangguh dan terampil&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;     Anak adalah ;&lt;br /&gt;-Manusia yang belum dewasa&lt;br /&gt;-Masih tumbuh dan berkembang&lt;br /&gt;-Masih dalam masa belajar&lt;br /&gt;-Masih dalam pembentukan&lt;br /&gt;-Belum terbentuk&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/6349192246157766650-3201007027441987744?l=childsolution.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://childsolution.blogspot.com/feeds/3201007027441987744/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://childsolution.blogspot.com/2009/09/apa-tujuan-anda-punya-anak-ada-banyak.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/6349192246157766650/posts/default/3201007027441987744'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/6349192246157766650/posts/default/3201007027441987744'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://childsolution.blogspot.com/2009/09/apa-tujuan-anda-punya-anak-ada-banyak.html' title=''/><author><name>bu emi</name><uri>http://www.blogger.com/profile/11517105036708651841</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://2.bp.blogspot.com/_QdEYcyQ2_jA/SsIsenMrY3I/AAAAAAAAAAc/Np3bK7dFE2A/s72-c/baby-9.jpg' height='72' width='72'/><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-6349192246157766650.post-8892097756558090690</id><published>2009-09-27T08:29:00.000-07:00</published><updated>2009-09-27T08:54:52.948-07:00</updated><title type='text'></title><content type='html'>&lt;h1 style="text-align: center; color: rgb(0, 0, 153); font-style: italic;"&gt;&lt;span style="font-size:130%;"&gt;Problems for children&lt;/span&gt;&lt;/h1&gt;    &lt;p&gt;Children throughout the world suffer greatly because they don't have access to safe water and sanitation. Their health, education and family relationships are affected.&lt;/p&gt;  &lt;p&gt;In many countries children, particularly girls, are responsible for the collection of water. Girls as young as 10 years old may take the main responsibility for drawing and carrying the family's water.&lt;/p&gt;  &lt;p&gt;The size of the water container may vary with the size of the child, but each litre of water carried weighs 1kg and may need to be carried up to three or four miles.&lt;/p&gt;  &lt;table class="margin_left" summary="image table" cellpadding="0" cellspacing="0"&gt; &lt;tbody&gt; &lt;tr valign="top"&gt; &lt;td&gt;&lt;img alt="Children carring water in Kuluunda, Malawi" src="http://www.wateraid.org/images/cm_images/uk/what_we_do/the_need/problems_for_children/3kids_carry_buckets_MLW1_246.jpg" border="0" width="250" height="162" /&gt;&lt;/td&gt; &lt;/tr&gt;  &lt;tr valign="top"&gt; &lt;td class="st2"&gt;Children carring water in Kuluunda, Malawi.&lt;/td&gt; &lt;/tr&gt;  &lt;tr valign="top"&gt; &lt;td class="img_credit"&gt;Credit: WaterAid / Jon Spaull&lt;/td&gt; &lt;/tr&gt; &lt;/tbody&gt; &lt;/table&gt;  &lt;p&gt;Carrying such heavy weights is damaging in the long term for adult women, and for girls there are even more serious implications given their physical immaturity.&lt;/p&gt;  &lt;p&gt;In particular, there can be damage to the head, neck and spine. In extreme cases deformity of the spine can lead to problems in pregnancy and childbirth.&lt;/p&gt;  &lt;h2 style="color: rgb(0, 0, 153);"&gt;Effect on education&lt;/h2&gt;    &lt;table class="margin_left" summary="image table" cellpadding="0" cellspacing="0"&gt; &lt;tbody&gt; &lt;tr valign="top"&gt; &lt;td&gt;&lt;img alt="The time required to collect water often means many children miss out on schooling" src="http://www.wateraid.org/images/cm_images/uk/what_we_do/the_need/problems_for_children/3kids_carry_water_donkey_ET19_127.jpg" border="0" width="250" height="167" /&gt;&lt;/td&gt; &lt;/tr&gt;  &lt;tr valign="top"&gt; &lt;td class="st2"&gt;The time required to collect water often means many children miss out on schooling.&lt;/td&gt; &lt;/tr&gt;  &lt;tr valign="top"&gt; &lt;td class="img_credit"&gt;Credit: WaterAid / Jenny Matthews&lt;/td&gt; &lt;/tr&gt; &lt;/tbody&gt; &lt;/table&gt;  &lt;p&gt;Collecting water is not only physically stressful but extremely time consuming. One of the most serious effects is that girls are often not able to attend school.&lt;/p&gt;  &lt;p&gt;Many children who do manage to go to school have very low attendance figures and often drop out. Both boys and girls are needed by poor families to help either farming or in doing domestic tasks at home. They have little time to play.&lt;/p&gt;  &lt;p&gt;The lack of adequate sanitation facilities in schools also prevents girls from attending school, particularly when they are menstruating. Of the 113 million children currently not enrolled in school worldwide, 60% are girls. Girls' attendance at school is increased through improved sanitation.&lt;/p&gt;  &lt;p&gt;For example, in Bangladesh, a school sanitation programme has increased the enrolment of girls by 11% every year since it began in 1990.&lt;/p&gt;&lt;h2 style="color: rgb(0, 0, 153);"&gt;Health matters&lt;/h2&gt;    &lt;table class="margin_left" summary="image table" cellpadding="0" cellspacing="0"&gt; &lt;tbody&gt; &lt;tr valign="top"&gt; &lt;td&gt;&lt;img alt="In areas where water is scarce children may not be able to wash often enough, resulting in disease" src="http://www.wateraid.org/images/cm_images/uk/what_we_do/the_need/problems_for_children/kid_collects_water_PK1_1043.jpg" border="0" width="180" height="270" /&gt;&lt;/td&gt; &lt;/tr&gt;  &lt;tr valign="top"&gt; &lt;td class="st2"&gt;In areas where water is scarce children may not be able to wash often enough, resulting in disease.&lt;/td&gt; &lt;/tr&gt;  &lt;tr valign="top"&gt; &lt;td class="img_credit"&gt;Credit: WaterAid / Caroline Penn&lt;/td&gt; &lt;/tr&gt; &lt;/tbody&gt; &lt;/table&gt;    &lt;p&gt;Children are most vulnerable to the diseases that result from a lack of water, dirty water and poor sanitation. In developing countries each child has an average of ten attacks of diarrhoea before the age of five.&lt;/p&gt;  &lt;p&gt;Malnourished children are more vulnerable to disease, and prone to diarrhoea, pneumonia, measles and malaria.&lt;/p&gt;  &lt;p&gt;These four diseases, plus malnutrition, account for seven out of ten childhood deaths in developing countries. For example in Zambia, one in five children dies before their fifth birthday. In contrast in the UK less than 1% of children die before they reach the age of five.&lt;/p&gt;  &lt;p&gt;Diarrhoea is the second most serious killer of children under five worldwide (after pneumonia) but in most cases it can be prevented or treated.&lt;/p&gt;  &lt;p&gt;Children's ill health places an increased burden of care on the women and girls who look after them, adding to their already heavy workload.&lt;/p&gt;  &lt;p&gt;This and the time spent collecting water can prevent women from earning money which can in turn mean they are unable to afford to send their children to school.&lt;/p&gt;  &lt;p&gt;A lack of water also means that children cannot wash often enough and suffer from diseases as a result.&lt;/p&gt;  &lt;p&gt;These include skin diseases like scabies and eye infections such as trachoma, the largest cause of preventable blindness in the developing world.&lt;/p&gt;  &lt;p&gt;In the Kongwa District of Tanzania a trachoma research project found over 90% of school children were infected with the diseases. After treatment the disease nearly disappeared but in a few months it had returned.&lt;/p&gt;  &lt;p&gt;Their conclusion was that treatment was not a long-term solution: educating people to regularly wash their face, hands and eyes was the best preventative measure. The problem was education and lack of water.&lt;/p&gt;  &lt;p&gt;Providing children with clean and accessible water and toilet facilities changes their lives. Their health improves, they have more time with their families and more regular and varied meals.&lt;/p&gt;  &lt;p&gt;They have time to go to school and gain an education, sometimes they have time to simply play.&lt;/p&gt;&lt;p&gt;So,would you help them?&lt;br /&gt;&lt;/p&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/6349192246157766650-8892097756558090690?l=childsolution.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://childsolution.blogspot.com/feeds/8892097756558090690/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://childsolution.blogspot.com/2009/09/children-problems.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/6349192246157766650/posts/default/8892097756558090690'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/6349192246157766650/posts/default/8892097756558090690'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://childsolution.blogspot.com/2009/09/children-problems.html' title=''/><author><name>bu emi</name><uri>http://www.blogger.com/profile/11517105036708651841</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-6349192246157766650.post-5442214677510260753</id><published>2009-09-18T00:32:00.000-07:00</published><updated>2009-09-18T00:57:51.364-07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='musim panas'/><title type='text'>Happy child</title><content type='html'>&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://1.bp.blogspot.com/_QdEYcyQ2_jA/SrM8A9U83cI/AAAAAAAAAAM/GKyNG4AHfCQ/s1600-h/fotolia_173824.jpg"&gt;&lt;img style="margin: 0pt 0pt 10px 10px; float: right; cursor: pointer; width: 231px; height: 320px;" src="http://1.bp.blogspot.com/_QdEYcyQ2_jA/SrM8A9U83cI/AAAAAAAAAAM/GKyNG4AHfCQ/s320/fotolia_173824.jpg" alt="" id="BLOGGER_PHOTO_ID_5382711966797979074" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;div style="text-align: center;"&gt;&lt;div style="text-align: left;"&gt;&lt;span style="font-style: italic; color: rgb(255, 0, 0);font-size:180%;" &gt;&lt;span style="font-weight: bold;"&gt;                      &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style="color: rgb(255, 0, 0); font-style: italic; font-weight: bold;font-size:180%;" &gt;&lt;span style="font-family: lucida grande;"&gt;FUN&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style="font-style: italic; color: rgb(255, 0, 0);font-size:180%;" &gt;&lt;span style="font-weight: bold;"&gt;     &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;span style="font-style: italic; color: rgb(255, 0, 0);font-size:180%;" &gt;&lt;span style="font-weight: bold;"&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;span style="font-style: italic; color: rgb(255, 0, 0);font-size:180%;" &gt;&lt;span style="font-weight: bold;"&gt;   WITH YOUR CHILDREN&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Summer will soon arrive. The children will soon get their summer holiday. It is time to take them out for some activities with the nature. Get them free from their stress during the school days and give them new spirit for the next class.&lt;span class="fullpost"&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Take the children to &lt;a target="_blank" href="http://www.shopwiki.com/wiki/Travel+and+Outdoor+Fun"&gt;travel and outdoor fun&lt;/a&gt; need some preparation. First of all, choose the place. It does not need to be a far place. If the hill behind the house is quite good for &lt;a target="_blank" href="http://www.shopwiki.com/wiki/Camping+and+Hiking"&gt;camping and hiking&lt;/a&gt;, take them there. Build the camp for two or three days and let them have fun climbing the hill from your house. Then prepare the tools. We cannot let them hike without the &lt;a target="_blank" href="http://www.shopwiki.com/wiki/Hiking+Boots"&gt;hiking boots&lt;/a&gt;. Get them some pairs of new boots. Let's take this as the gift for completing the semester for this year. Shopwiki.com can be the best store to find the boots. There are many to choose and some tips before we decide to buy it. Well, complete the holiday's tool with the &lt;a target="_blank" href="http://www.shopwiki.com/wiki/Trail+Running+Shoes"&gt;trail running shoes&lt;/a&gt;. The children love to run and we cannot ignore that. The usual shoes may make their feet hurt, so get the running shoes for them.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Now, the preparation is done. Adjust the time and ready to have fun with the children.&lt;/span&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/6349192246157766650-5442214677510260753?l=childsolution.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://childsolution.blogspot.com/feeds/5442214677510260753/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://childsolution.blogspot.com/2009/09/happy-child.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/6349192246157766650/posts/default/5442214677510260753'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/6349192246157766650/posts/default/5442214677510260753'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://childsolution.blogspot.com/2009/09/happy-child.html' title='Happy child'/><author><name>bu emi</name><uri>http://www.blogger.com/profile/11517105036708651841</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://1.bp.blogspot.com/_QdEYcyQ2_jA/SrM8A9U83cI/AAAAAAAAAAM/GKyNG4AHfCQ/s72-c/fotolia_173824.jpg' height='72' width='72'/><thr:total>0</thr:total></entry></feed>
